Kegiatan PHYLAMENT (Physics Education Leadership and Management) 2026 merupakan salah satu program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, etika, serta manajemen diri mahasiswa Pendidikan Fisika. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua hari dengan rangkaian acara yang terstruktur dan berjalan dengan lancar. Kegiatan hari pertama dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan agenda presensi panitia dan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta serta dosen yang turut hadir dalam mendukung jalannya acara. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars ULM, dan Mars IHAMAFI sebagai bentuk penghormatan serta penanaman nilai nasionalisme kepada seluruh peserta. Memasuki rangkaian berikutnya, dilaksanakan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum HIMAPSIKA 2026, Pembina HIMAPSIKA 2026, serta Ketua Jurusan. Sambutan tersebut berisi harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua Jurusan yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan PHYLAMENT 2026. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.
Memasuki kegiatan inti, materi pertama disampaikan oleh Ka Sultan Syekh Nuhly Rifa Rizkya Robby Hidayatullah, S.Pd. yang membawakan dua topik utama, yaitu kepemimpinan dan solidaritas. Pada awal penyampaian, pemateri mengajak peserta berdiskusi mengenai kondisi kesolidan di dalam kelas, yang menunjukkan adanya pembagian kelompok atau circle. Hal ini menjadi pengantar untuk memahami pentingnya kepemimpinan dalam membangun kebersamaan. Pemateri menjelaskan bahwa kepemimpinan mencakup kemampuan untuk mengarahkan, mengatur, membimbing, mengingatkan, serta bertanggung jawab. Kepemimpinan juga memiliki pengaruh terhadap anggota, namun yang lebih krusial adalah karakter seorang pemimpin, seperti adil, jujur, rendah hati, amanah, dan cerdas. Selain itu, kepemimpinan harus dimulai dari diri sendiri, termasuk dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi. Dalam pemaparannya, juga dibahas berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, otoriter, dan bebas, serta pentingnya menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan karakteristik anggota. Pemateri menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki pendirian yang kuat dan tidak mudah terpengaruh. Salah satu kutipan yang disampaikan adalah, “Pemimpin besar bukan yang paling hebat, tetapi yang mampu membuat timnya menjadi hebat.” Selanjutnya, materi mengenai solidaritas dijelaskan sebagai bentuk kebersamaan yang dilandasi rasa percaya, saling mendukung, dan kekeluargaan. Solidaritas diibaratkan sebagai prinsip “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, yang menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan. Pemateri juga menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh mudah menghakimi serta harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya. Dalam membangun solidaritas, pemateri mengaitkan dengan konsep Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, yang berarti di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberikan dorongan.

Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pemateri. Pada sesi tanya jawab, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan, di antaranya terkait cara mengatur waktu antara organisasi dan perkuliahan, serta bagaimana bersikap profesional sebagai pemimpin. Pemateri menjelaskan bahwa manajemen waktu dapat dilakukan dengan mengelompokkan kegiatan berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya, serta menekankan pentingnya profesionalisme dalam kepemimpinan. Selain itu, dibahas pula bagaimana menghadapi perbedaan karakter dalam organisasi serta pentingnya bersikap netral dalam membangun solidaritas.
Materi kedua disampaikan oleh Usie Puspitasari, M.Pd., yang membahas mengenai manajemen waktu. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa manajemen waktu memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan lainnya, serta mengurangi tingkat stres. Berbagai teknik disampaikan, seperti penggunaan matriks Eisenhower, pembuatan to-do list, time blocking, serta metode Getting Things Done (GTD). Selain itu, dijelaskan pula teknik Pomodoro sebagai strategi menjaga fokus serta cara mengatasi prokrastinasi melalui penetapan tujuan kecil dan pemberian penghargaan.
Setelah penyampaian materi, peserta kembali diberikan kesempatan untuk berdiskusi. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait kendala dalam mengatur waktu, seperti jadwal yang padat, kurangnya konsistensi, serta kesulitan dalam menentukan prioritas. Pemateri menekankan bahwa manajemen waktu bersifat fleksibel dan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Materi ketiga disampaikan oleh Muhammad Choirul Hadi Santoso, S.Pd., Gr., yang membahas mengenai etika mahasiswa dengan judul “Mahkota Tak Kasat Mata di Atas Toga.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa etika merupakan nilai fundamental yang sangat penting dalam kehidupan mahasiswa karena akan memengaruhi masa depan seseorang. Etika tidak hanya terbentuk di lingkungan pendidikan formal, tetapi juga dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan pergaulan. Beliau menjelaskan bahwa etika terdiri dari etika tertulis dan tidak tertulis, serta menekankan pentingnya komunikasi yang baik, sikap disiplin, saling menghargai, dan menjaga perilaku di lingkungan akademik. Pada sesi diskusi, peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pembentukan dan perbaikan etika diri. Pemateri menegaskan bahwa perubahan diri memerlukan proses dan konsistensi.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, acara resmi ditutup oleh pembawa acara (MC) pada pukul 15.30 WITA dengan mengucapkan hamdalah sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan hari kedua dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, bertempat di Ruang 21 FKIP ULM sebagai lanjutan dari rangkaian PHYLAMENT 2026. Kegiatan diawali dengan presensi panitia dan peserta yang diikuti oleh seluruh peserta serta dosen yang hadir. Selanjutnya, acara dibuka oleh MC dengan suasana yang tertib dan kondusif.
Memasuki kegiatan inti, materi pertama disampaikan oleh Ibu Dewi Dewantara, M.Pd., yang membahas mengenai kesekretariatan dalam organisasi. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa kesekretariatan merupakan “jantung” organisasi yang memiliki peran strategis, tidak hanya sebatas administrasi seperti pencatatan atau pengetikan, tetapi juga sebagai pengelola alur komunikasi, pengarsipan data, serta penjamin keberlangsungan manajemen rapat. Beliau menjelaskan bahwa kesekretariatan harus berada di bawah koordinasi langsung sekretaris umum dan memiliki peran penting dalam manajemen rapat, pengelolaan surat masuk dan keluar, serta penyusunan dokumen seperti proposal, laporan pertanggungjawaban (LPJ), dan arsip digital. Selain itu, sekretariat juga bertanggung jawab dalam memastikan rapat berjalan efektif dan menghasilkan keputusan yang jelas. Dalam pemaparannya, beliau juga menekankan pentingnya pembagian tugas berdasarkan kegiatan, bukan berdasarkan alur, agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan. Perbedaan antara tugas humas dan sekretariat juga dijelaskan, di mana sekretariat berfokus pada administrasi dan surat-menyurat, sedangkan humas berperan dalam publikasi dan hubungan eksternal seperti pencarian sponsor. Pemateri juga memberikan berbagai tips praktis, seperti penggunaan template komunikasi resmi, pengelolaan deadline, serta pemanfaatan teknologi untuk efisiensi kerja. Selain itu, dijelaskan pula alur surat-menyurat dalam organisasi yang harus melalui tahapan Himapsika, Jurusan, Fakultas, hingga Universitas, serta pentingnya prosedur administratif dalam pengajuan dana, peminjaman ruangan, dan pengundangan narasumber.
Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan surat, pembagian tugas antara sekretariat dan humas, serta kendala dalam administrasi kegiatan. Pemateri menegaskan bahwa sistem administrasi harus dibenahi dan dijalankan secara konsisten, serta setiap kegiatan organisasi tidak boleh mengganggu kewajiban akademik mahasiswa. Sebagai penutup materi pertama, dilakukan pemberian sertifikat kepada pemateri oleh Ketua Umum HIMAPSIKA 2026 sebagai bentuk apresiasi.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Ibu Qamariah, M.Pd., yang membahas mengenai pengelolaan keuangan organisasi. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa keuangan merupakan fondasi utama dalam keberlangsungan organisasi, karena menentukan arah, kredibilitas, serta keberhasilan program kerja. Beliau menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya sebatas pencatatan, tetapi harus menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan disiplin anggaran. Sumber dana organisasi dijelaskan berasal dari usaha mandiri, sponsor, serta dana dari jurusan yang bersumber dari BOPTN dan PNBP, yang masing-masing memiliki aturan dan tingkat pengawasan yang ketat. Pemateri juga memaparkan mekanisme penggunaan dana kegiatan yang meliputi tahap perencanaan (RAB), pengajuan, pencairan dana, pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, hingga pelaporan. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya kelengkapan administrasi seperti bukti transaksi, dokumentasi kegiatan, serta kelengkapan data seperti NPWP dan KTP dalam pelaporan keuangan.
Dalam sesi diskusi, peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala dalam pengelolaan keuangan, seperti perbedaan antara RAB dan realisasi, kehilangan nota, serta ketidaksesuaian jumlah peserta dalam laporan. Pemateri memberikan penjelasan bahwa seluruh pelaporan harus tetap menjaga prinsip akuntabilitas, serta setiap kendala harus diselesaikan dengan prosedur yang sesuai. Setelah sesi tanya jawab, dilakukan pemberian sertifikat kepada pemateri oleh Ketua Pelaksana sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dalam kegiatan.
Kegiatan hari kedua kemudian diakhiri dengan pembacaan doa sebagai bentuk rasa syukur, dan dilanjutkan dengan penutupan oleh MC. Secara keseluruhan, kegiatan PHYLAMENT 2026 pada hari kedua berlangsung dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan.